
Jakarta, swarakeadilanbersatu.com – Polda Metro Jaya menegaskan bahwa terduga pelaku peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta tidak terkait dengan sentimen terhadap agama tertentu maupun berafiliasi dengan organisasi atau kelompok tertentu.
“Kami perlu menjelaskan kepada publik, meskipun insiden terjadi di area tempat ibadah, pelaku tidak memiliki sikap anti terhadap agama mana pun,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Senin.
Ketika ditanya mengenai faktor penyebab atau motif, Budi menyampaikan bahwa aparat masih melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh.
“Diduga ada faktor kurangnya perhatian dalam lingkungan keluarga dan sosialnya, dan hal itu sudah terkumpul dalam waktu lama. Ini menjadi bentuk akumulasi kondisi yang seharusnya kita turut pahami dan empati bersama,” kata Budi.
Satuan Detasemen Khusus (Densus) 88 saat ini masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait potensi keterhubungan pelaku dengan jaringan teror. Penyelidikan ini mencakup kemungkinan keterkaitan dengan aksi-aksi teror sebelumnya, termasuk analisis motivasi pelaku.
“Densus 88 tengah menganalisis, apakah ada keterkaitan dengan jaringan teror lainnya, termasuk soal motif. Itu merupakan bagian dari kewenangan penyidik Densus 88,” jelas Budi dalam keterangannya, Sabtu (8/11).
Budi menambahkan bahwa penyelidikan juga mencakup aktivitas media sosial terduga pelaku.
“Platform digital dan riwayat aktivitas daring pelaku sedang ditelusuri untuk melihat apakah yang bersangkutan pernah masuk atau terlibat dalam grup atau komunitas daring yang memiliki kecenderungan radikal atau terafiliasi terorisme,” tuturnya. (*)
