Camat Penjaringan Jakarta Utara Darmawan
Jakarta, swarakeadilanbersatu.com– Komitmen menjaga kebersihan kota kembali ditegaskan di wilayah Jakarta Utara. Pemerintah Kecamatan Penjaringan menggelar kerja bakti serentak pada Minggu pagi (8/2/26) sebagai bagian dari implementasi program Jaga Jakarta Bersih. Kegiatan dipusatkan di kawasan JPO Jembatan Tiga Raya, salah satu titik dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat.
Sejak pukul 07.30 WIB, ratusan personel gabungan telah berkumpul untuk mengikuti apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Camat Penjaringan, Darmawan. Apel tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan komitmen lintas sektor untuk memastikan lingkungan publik tetap tertata, bersih, dan sehat.
Dalam arahannya, Darmawan menegaskan bahwa kebersihan wilayah bukan hanya agenda rutin, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kualitas lingkungan perkotaan.
“Program kebersihan ini sangat penting dan berdampak positif secara sistemik terhadap lingkungan. Jika dilakukan secara konsisten, dampaknya bukan hanya pada estetika, tetapi juga pada kesehatan masyarakat, kelancaran drainase, hingga kualitas hidup warga secara keseluruhan,” ujar Darmawan.
Sinergi Lintas Instansi
Kerja bakti tersebut melibatkan total 189 personel gabungan. Unsur yang terlibat terdiri dari jajaran Pemerintah Kecamatan Penjaringan, Polsek Metro Penjaringan, Satpol PP, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Sumber Daya Air, PPSU, Pemadam Kebakaran, hingga Dinas Perhubungan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Camat Penjaringan Nurharyanto, Kasi Pemerintahan Royto Harahap, dan Kasat Pol PP Kecamatan Penjaringan Selvi Rachmawati. Dari unsur kepolisian, tampak IPTU Maryadi, SH selaku Ps. Kanit Propam serta AKP Asman Hadi, SH selaku Kasubnit III Reskrim bersama jajaran personel lainnya.
Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan bahwa isu kebersihan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif. Pemerintah wilayah berupaya membangun pola kerja kolaboratif agar setiap instansi mengambil peran sesuai kewenangannya.
Di lapangan, pembagian tugas dilakukan secara terstruktur. Satu unit alat berat jenis beco diturunkan untuk mengangkat endapan lumpur dan tumpukan sampah di saluran yang sulit dijangkau secara manual. Sementara itu, petugas lain menyisir area sekitar JPO menggunakan cangkul, sekop, sapu lidi, dan kantong sampah untuk memastikan tidak ada sisa kotoran yang tertinggal.
Fokus pada Drainase dan Titik Rawan
Kawasan Jembatan Tiga dipilih sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Area tersebut merupakan salah satu titik dengan intensitas aktivitas tinggi serta berpotensi mengalami penumpukan sampah dan sedimentasi di saluran air. Kondisi ini, jika dibiarkan, dapat memicu genangan saat hujan turun.
Petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air bersama PPSU tampak membersihkan saluran air dari lumpur dan sampah plastik. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kelancaran aliran air dan mencegah risiko banjir lokal.
Selain pembersihan fisik, aparat gabungan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Penertiban dilakukan secara humanis agar kegiatan berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
Selama pelaksanaan kerja bakti, situasi terpantau aman dan kondusif. Koordinasi antarpersonel berjalan lancar, menunjukkan kesiapan teknis dan manajerial yang cukup matang.
Kesadaran Kolektif sebagai Kunci
Dalam keterangannya, Darmawan menekankan bahwa kerja bakti serentak ini tidak boleh berhenti pada satu momentum saja. Ia menyebut keberlanjutan menjadi kunci utama agar dampak program benar-benar terasa.
“Kerja bakti ini bukan hanya soal membersihkan sampah hari ini. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kita semua. Jika masyarakat dan pemerintah bergerak bersama, hasilnya akan jauh lebih maksimal,” katanya.
Menurutnya, program kebersihan memiliki efek domino yang luas. Lingkungan yang bersih akan meningkatkan kenyamanan warga, mendorong aktivitas ekonomi yang lebih sehat, serta memperkuat citra kawasan sebagai wilayah yang tertata.
Darmawan juga mengapresiasi partisipasi seluruh unsur yang terlibat. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta yang bersih dan berkelanjutan.
Menuju Jakarta yang Lebih Tertata
Program Jaga Jakarta Bersih sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat budaya peduli lingkungan. Kecamatan Penjaringan berkomitmen menjadikan kerja bakti sebagai agenda rutin yang terencana, bukan kegiatan sporadis.
Upaya ini sekaligus menjadi pesan bahwa pengelolaan lingkungan di wilayah perkotaan membutuhkan pendekatan sistemik mulai dari pembersihan fisik, pengawasan, hingga edukasi masyarakat.
Dengan pelibatan 189 personel gabungan dan dukungan alat berat, kerja bakti di Jembatan Tiga menjadi contoh konkret bagaimana koordinasi lintas instansi dapat berjalan efektif. Pemerintah Kecamatan Penjaringan berharap langkah ini dapat memperkuat kesadaran kolektif dan menjadi model pelaksanaan kebersihan wilayah yang konsisten.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan terus digelar secara berkala di berbagai titik strategis lainnya. Harapannya, semangat kolaborasi yang terbangun tidak hanya membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga menumbuhkan budaya disiplin dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan kota.
Dengan komitmen yang berkelanjutan, Kecamatan Penjaringan optimistis dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan Jakarta yang bersih, sehat, asri, dan berdaya tahan lingkungan. (*)
